been to Medan

Saatnya meluangkan waktu untuk berbagi cerita tentang perjalanan dua minggu lalu. Yap, Terjawab sudah pertanyaan seperti apakah Medan itu. Saya sukses dipilih redaksi untuk berangkat ke Medan meliput kegiatan road show  Nge-BeAT Bareng Haiskulizm ke lima sekolah di kota Medan dari tanggal 26 Feb – 06 Maret. Walau sekolah kunjungannya Cuma lima tapi kami berada di sana Sembilan hari, berarti apa? Berarti banyak waktu luang bisa dimanfaatkan untuk melucuti kota Medan.

Selain saya ada Maul, teman sekampus yang juga bekerja di Hai, bedanya dia berada di bagian promosi. Saat itu adalah Jumat, 26 Februari, kami meluncur dari Jakarta menggunakan pesawat.

Perlu kalian tahu, ini adalah kali pertama saya tahu betapa enaknya dinas keluar kota, nggak perlu ribet mikirin ongkos, tiket udah disediain, pokoknya tinggal bawa barang bawaan dan jalan deh!. Nggak perlu repot-repot mikirin penginapan dan transportasi, semua udah disediakan. Nginep di tempat yang bagus, supir dan mobil pun udah tinggal panggil. Berasa bos deh di sana. Selain itu ada juga ongkos alias upah yang diberikan berdasarkan jumlah hari kita berada di luar kota. Sedap…

Uh, suatu sambutan yang mewah diberikan langit sore itu, bulan datang terbit lebih cepat. Mengiringi si Singa Udara terbang membawa gua dan penumpang-penumpang lain.

Pemandangan setibanya gua di Bandara Polania, Medan. Dua staff penerbangan terlihat sedang menadahi air asi. Mungkin dia iri sama bayi, yang bisa merebut jatahnya dari si istri.:D

 Ini dia kunjugan pertamanya, SMA Nusantara, kabarnya sih sekolah ini udah keluar dari kota Medan, di pinggirannya lah. terbukti dengan kelakuan para warga sekolahnya. Hahaha. Suatu perkenalan yang mengagetkan. Kalimat “eh ada Afgan,” sangat bikin gua jengah sekali sampe akhirnya gua lepas kaca mata. Haha. Fuk lah..
Disini juga gua memulai sok-sokan ngomong pake logat sana, memanggil dengan sapaan aku dan kawu. Tapi tetep ketara bedanya.
“bang, asli Medan?” tanya seorang siswa
“bukan, kenapa emang?” jawab gua dengan logat yang ditarik.
“Oo pantas logat cakapnya beda.”

 Anak-anak sekolah sejenis ini pun gua temuin lagi di SMA Hang Tuah yang terletak deket sama pelabuhan, udah ketebak dong kelakuan orang-orang pelabuhan kayak apa. Ya, tebakan kalian salah, walau tampang emang serem, tapi di sana banyak gua temuin cowok kemayu. Salah satunya anak ini:

kalau mau baca cerita tentang sekolah ini  klik ini

mirip-mirip dikit sama Zoey Dischannell, haha. Doi anak SMA Immanuel, cakep ya..

kurang lebihnya itu tentang sekolahnya, selain SMA Nusantara gua juga ke SMA Immanuel, SMA Dharma Pancasila, SMA Hang Tuah Belawan dan SMA 3 Medan. SMA 1 Medan juga sempet gua kunjungi untuk sekedar menghabiskan waktu bersama anak-anaknya. hehehe.. kalau mau baca tentang liputan per sekolah, langsung aja klik ini hehe. promosi dikit.  

Gua menyempatkan diri untuk datang ke acara ini. Acara yang digelar oleh mahasiswa Hukum USU. Lumayan untuk gua liput trus dinaikin di Hai-Online. Nggak cuma itu, di sini gua juga sukses dikenalin dengan anak-anak band kota Medan, ada Age dari band shoegaze Corine Conception, juga ada Denny alias Gebols dari band melodic DOSN. Gua ngobrol banyak ama mereka, seru lho. Si Denny hoki banget jack! Doi punya istri orang bule, cakep banget. haha.

Selain DOSN, gua juga sempet ngobrol-ngobrol ditemani hujan sama band hardcore straight edge Martyrs. Mereka baik-baik banget sob, sampe rela nyamperin gua ke bandara pas mau pulang cuma untuk ngasih Tshirt mereka. keep rock and keep positive guys!

bersambung dulu… 

Advertisements

Published by

terlalurisky

gajah di pelupuk mata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s