Same Street Different Way

Haha. Melihat gambar denah yang saya lampirkan pasti kalian udah bisa nebak saya mau cerita soal apa. Ya, Rabu minggu lalu, 7 November 2011, saya mempunyai sebuah pengalaman yang sedikit absurd.Saya memang sering nyasar dalam menuju ke suatu tempat. Tapi kali ini berbeda rasanya, saya sepenuhnya merasa jalan yang saya lalui benar, tapi tata letak ruang mengecoh saya.
Hari itu sebelum datang ke kantor saya menyempatkan diri untuk mampir ke Harco Manggadua. Tempat servis resmi laptop Dell adalah tujuan utama saya. Karena saya tidak mau menyita banyak waktu, sebelum saya berangkat saya menghapal alamat tempatnya sekenanya dan mencatat nomor telpon tempat tujuan.
Singkat cerita sampailah saya di Harco Mangga Dua. Tanpa basa-basi, saya pun menelpon tempat servis itu. Dan di sini lah semua peristiwa super absurd itu berlangsung.

“Halo mbak, saya mau ke situ, tempat servis DELL, sekarang saya sudah di Harco!” kata saya di telpon. 
“Oh Mas udah di Harco, di Harco sebelah mananya?”
“Saya di dalam gedungnya Mbak.”
“hmm, Mas keluar dulu dari Harco, nanti Mas akan lihat tempat makan, semacam kantin gitu, mas terus aja, kami ada di Blok F no. 108. Persis di sebelah Bank Mega,”
“Oke, saya ke sana,” saya mengakhiri percakapan. 
Clue yang diberikan si customer service sudah cukup jelas: di sebelah Bank Mega. Jadi saya pasti bisa menemukannya. Berjalanlah saya keluar Harco. Tempat makan yang disebut pun saya temui, saya semakin yakin. Dengan mantap saya berjalan menyusuri komplek ruko sambil sesekali melihat nomor bloknya. Mencari blok F. 
Hore, saya menemukan blok F tanpa harus bertanya. Sekarang saatnya mencari nomor 108. Sekeliling dua keliling saya lakukan. Tapi tidak juga menemukannya. Bank Mega yang disebutkan tadi pun nggak saya temukan. Karena udah letih dan buru-buru, saya telpon lagi. 
“Mbak, di sebelah mana sih, saya udah di blok F,”
“Di sebelah Bank Mega mas. Mas di sebelah mananya?”
“Saya ada di depan bank UOB, tepat di bawahnya baliho besar Bank Mega”
“Ohh, iya Mas sudah dekat, di sebelah UOB itu ada Auto 2000 ya pak?”
“Iya mbak, benar banget,” saya menjawab sedikit girang karena ternyata saya benar. 
“Mas salah gang berarti, Mas ke gang sebelumnya, yang di jalan utama,”
“Tapi sekarang saya beneran ada di blok F, berarti gang sebelumnya itu blok E dong,”
“Pokoknya di gang itu nanti bapak ketemu bank Mega,” jawabnya
“Ohh, baik lah, makasih mbak,” 
Karena si Mbak terlihat apal betul denahnya, saya berjalan mengikuti petunjuknya. Dan benar, saya menemukan Bank Mega. Hore, artinya saya sudah sampai. Tapi ruko yang tepat bersebelahan dengan Bank Mega terlihat masih tutup. Maka saya telpon lagi. 
“Mbak sekarang saya sudah di depan Bank Mega, saya harus ke mana?”
“Nah, di seberang Bank Danamon itu kan ada gang, bapak ke situ aja, itu blok F,”
“Oke,”
Benar memang, di seberang Bank Mega ada gang. Menyeberang lah saya ke situ.. Berjalan menyusuri gang ruko-ruko. Hingga saya berhenti dan melihat nomor gangnya. Tertera di situ tulisan blok D, bukan Blok F. Saya jadi ragu dan berpikir. Jangan-jangan saya sebenarnya salah tempat. Sambil mikir saya pun langsung mengeluarkan handphone dan menelpon lagi. Seketika saya yakin dan mengutarakan keyakinan itu ke si mbak. 
“mbak tempat mbak itu bukan di Harco Mangga dua yah!!”
“Bukan pak, kami ada di Harco Glodok”
Langsung saya tutup telpon itu sambil senyum keji kepada diri sendiri. Saya tau kalau ini salah saya nggak menghapal alamat dengan benar tapi saya super kesal bercampur heran, kenapa tempat yang berbeda memiliki denah yang nyaris sama!!!! Mentang-mentang namanya sama-sama Harco kah? haha.. 
*judulnya rada ngarang bebas. Pokoknya sama-sama ngerti lah ya kalau udah baca tulisan ini sampe abis..
..
btw, ada kejadian lebih konyol lagi yang di lakukan teman saya. Masih seputar kesalahan tempat. Saat ia tinggal di Malang, ia memesan Pizza untuk di antar ke alamat kosannya, Jalan MT Haryono. Ia asal telpon aja kontak Delivery Pizza yang ada di phone book. Setelah si mas pengantarnya tiba di alamat, keduanya bingung, si pengantar sudah berada di jalan MT Haryono tapi nggak menemukan alamat tepatnya. tenyata, tidak ada yang salah dengan nama jalannya yang salah ialah kotanya. si temen saya itu telpon delivery service di kota Jakarta, sementara ia berada di Malang. KONYOL!!!!!
haha..
Advertisements

Published by

terlalurisky

gajah di pelupuk mata

One thought on “Same Street Different Way”

  1. Wuahahaha … welcome to the club. Hal-hal seputar nyasar menyasar ternyata seru, bukan =p

    Posting ini menghibur sekali. Kayak script film komedi ceritanya =D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s