Hari ke-28: Uang dan Pencapaian

“You see, if you don’t take money they can’t tell you what to do. That’s the key to the whole thing, don’t touch money! It’s the worst thing you can do. 
Money is the cheapest thing. Liberty is the most expensive.”

Terlalu klise memang kalau kita menyatakan diri menolak kebutuhan akan uang sementara konstruksi sosial atas pencapaian hidup sudah begitu kuat terbentuk. Terlalu banyak pesan yang membombardir hasrat kita. Iklan-iklan di media massa, obrolan dengan teman sebaya mengenai pencapaian hidup, imaji hidup enak yang ditampilkan film, serta petuah-petuah orangtua mendominasi pikiran kita.  Semua tuntutan-tuntutan itulah yang akhirnya membuat kita merasa harus mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, bahkan hingga mengesampingkan hasrat dan pencapaian kita yang sesungguhnya. Kita bersusah-susah mengumpulkan uang untuk bisa menganggap kalau kita bisa dengan mudah menghabiskan uang. 
Tak bisa dipungkiri, sedikit banyak, pikiran saya pun terkontaminasi. 

Tapi setidaknya, ungkapan Bill Cunningham tersebut di atas akan selalu mengingatkan saya untuk selalu belajar merasa cukup atas uang yang sudah saya dapat; selalu memaksimalkan apa yang saya punya sebelum mengganti atau menambah  inventaris; menghargai bentuk-bentuk apresiasi selain uang atas kontribusi yang saya berikan; membiasakan diri untuk terus bikin-bikin sesuatu tanpa terhalang oleh prospek menghasilkan uang atau tidak; tidak menjadi murahan hanya karena tergiur uang yang banyak, dan yang terpenting, untuk tidak kehilangan diri sendiri demi mencari-cari uang. 
Saya bukan anti kemapanan, hanya saja, bagi saya,  hidup sederhana itu adalah tantangan yang menyenangkan.
*** 
Ucapan Bill Cunningham tersebut dikutip dari film dokumenter Bill Cunningham New York yang menceritakan kisah Bill, fotografer street fashion usia 80tahunan yang begitu cinta dengan apa yang dikerjakannya. Foto-foto fesyen Bill sangat berpengaruh, banyak kalangan yang mengakui kehebatannya. Namun, Bill terus memotret dengan caranya yang sederhana, ia menggunakan sepeda untuk berkeliling, masih menggunakan kamera analog dan ia pun tinggal seorang diri di sebuah apartement minimalis. Hebatnya, Bill mengakui kalau ia seringkali ogah menerima bayaran dari pekerjaan memotret yang diberikan kepadanya. Anda memang layak diidolakan!  
Advertisements

Published by

terlalurisky

gajah di pelupuk mata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s