Hari ke-29 Fertina: 12 Tahun dan Seterusnya di ‘Hogwarts’

Sudah sejak kelas 5 SD cewek yang kini berusia 23 tahun ini mulai mengikuti cerita karangan JK Rowling: Membaca dengan seksama setiap novelnya, menonton filmnya, sesekali mengikuti kegiatan di komunitas fans, mengoleksi segala hal yang berhubungan dengan Harry Potter. 
“Harry Potter sebagai buku dan kisah itu adalah saksi perkembangan hidup gue!” ujar Muggle pemilik nama Fertina ini. 
Saya pun takjub. Ternyata seru banget yah hidupnya orang yang punya hasrat dan adiksi besar terhadap cerita fiksi. Semenjak kenal dengan Fertina, saya banyak dilibatkan dengan cerita-cerita serunya tentang Harry Potter. Sejak 12 tahun lalu litulah, Fertina mengumpulkan material-material dari dunia rekaan JK Rowling dan membangun Hogwart-nya sendiri di kesehariannya. Tak hanya kamarnya yang penuh dengan poster bertema Harry Potter, sudah banyak ruang dalam diri dan kehidupannya yang dilekati Harry Potter dan dunianya.
Untuk itulah, di posting kali ini saya mengundang langsung orangnya untuk ngobrol-ngobrol santai dan bersahaja. Biar nggak saya doang yang ketularan. Hahaha. Mari kita, yuk ah! 
Ceritain dong, gimana sih awalnya lo kenal sama Harpot. Apa yang membuatlo tertarik untuk membacanya? Padahal saat mulai membacanya lo masih kelas 5 SD. Anak 5 SD kan nggak suka baca buku tebel-tebel, apalagi saat itu lo masih gendut. :p  
Selamat siang ya, mas Rizki, masnya lancang sekali bawa-bawa masa lalu saya! Justru karena gendut itu, salah satu pengaruh Harpot yang membekas di gue. Jadi dari awal itu gue nggak bisa banyak main di luar rumah, karena rumah gue dulu di pinggir jalan raya dan jauh dari rumah teman-teman. Jadi, deh, larinya ke baca. Masih baca buku-buku fantasi juga sih kebanyakan. 

Nah, detailnya agak lupa. Yang pasti dulu itu gue sering main sama teman gue, Dinda namanya. Kakaknya dia itu, Sheila, udah duluan baca Harpot. Si Dinda ikutan juga, setelah dia baca, dia merekomendasikannya ke gue. Awalnya sih gue nggak begiitu tertarik. Tapi lama kelamaan, karena dia ngomongin mulu, gue jadi penasaran, jadi deh gue beli dan baca. Dan ternyata langsung addict ;p .
 Balik lagi ke gendut, baca Harpot juga yg buat gue nggak nafsu ngapa-ngapain termasuk makan! hahaha
Oke, untuk teman-teman yang lagi diet, silakan baca Harpot, Fertina sudah membuktikan khasiatnya. Terus terus, certain juga dong pengalaman-pengalaman seru lo selama membaca dan ngikutin  Harpot? 
Gue pernah seharian muter-muter Bandung buat cari majalah Total Film Indonesia edisi Harpot yang covernya Ron! Pas ketemu itu rasanya kayak nemuin harta karun, mana pas banget cuma sisa satu majalahnya! hahaha.
Baca Harpot yang tebel-tebel itu kan pasti ngabisin waktu banget tuh di rumah. Nah, lo pernah dimarahin ibulo nggak dengan bilang “baca Harry Potter aja rajin, baca Al Quran mah susah” ? 
Hahaha. Iya sih. Gara-gara mengkhatamin Harpot sering banget  daripada Al-quran
Hahaha. Lanjut, coba sebutkan lima bagian cerita dari Harpot yang paling lo suka?  
Pertama, peta perampok. Salah satu benda yang mau gue temuin setelah berhasil masuk Hogwarts. hahaha.  Kedua, Weasley’s Wizard Wheezes, gue suka banget tokoh si kembar Weasley. Bisa ngelakuin apa yang dia mau tanpa peduli omongan dan pendapat orang dengan rasa humor yang buat cerita hidup. Jadi tempat itu semacem surganya buat gue. Hahaha. Ketiga, The Burrow. Tempat yang sederhana tapi enak dan punya halaman taman. Keempat,  Turnamen Triwizard di buku keempat, pas tugas terakhir di dalem maze. Seram tapi seru, pengen ngerasain. Terakhir,  bagian Harry nemuin kamar rahasia di Hogwarts. Kalau dipikir-pikir, enak yah punya tempat yang nggak bisa ditemuin sama orang lain terus ruangannya bisa berubah sesuai yang kita mau lagi! 

Lo kan juga mengumpulkan barang-barang yang berhubungan dengan Harpot nih. Nah, benda apa yang pengen banget kamu punya tapi belum kesampean? Sekalian deh, ceritakan juga impian-impian lo tentang Harpot
Masih banyaaaak! Tapi yang paling pengen banget dan belum hilang pengennya adalah jam tangan. Gue punya tiga cita-cita terpendam tentang Harpot: 1. Punya buku Harpot dalam berbagai bahasa dan negara. 2. ngedatengin “tempat ibadat”nya potterhead di Inggris dan Orlando sana. 3. Punya ruang pribadi Harpot

Terus apa sih ruginya kalau kita nggak pernah baca Harpot?
Kalau menurut gue, rugi aja nggak ngerasain “dunia”nya Rowling. Buat gue Harpot bukan sekedar cerita fantasi biasa. 

Oke, sekarang kita masuk ke sesi pertanyaan ngayal. Kalau mantra-mantra di dalam cerita bisa diterapkan di kehidupan nyata, sebutkan lima mantra yang lo inginkan! Kenapa? 
Lumos! Berhubung di Indonesia sering mati lampu, mantera yang ini berguna banget buat gue. Kedua, Apperate and Disapperate, gue yakin rumah atau kosan cuma jadi tempat istirahat gara-gara mantra ini! Ketiga, Obliviate, buat iseng aja sih ini ;p Keempat, Undetectable Extension Charm. Mau bawa sebanyak dan sebesar barang apapun nggak akan keberatan, enak kan? Terakhir, Geminio! mau ngopy apapun jadi gampang ;p

Haha. Walau gue nggak tau semua mantra-mantranya, semoga itu bukan mantra yang ada di film Si Doel, deh. Lanjut, di buku ketiga kan ada cerita tentang Boggarts yang bisa berubah-ubah jadi hal yang paling kamu takuti tuh dan akan berubah menjadi hal yang paling kamu anggap lucu saat diberi mantra. Nah, kalau Boggarts itu muncul dihadapanmu,  dan ia berubah menjadi skripsi, kira-kira, dengan ridiculous lo akan membuatnya berubah menjadi apa?
Hmm. susaaah banget ni pertanyaannya . Kayaknya berubah jadi Malam Minggu Miko deeeh. Hahaha.
Oya kamu ini sekarang mahasiswa tingkat akhir yang bentar lagi lulus kan yah. Nah, kalau lo bisa bikin skripsi tentang Harpot, kira-kira apa yang akan lo bahas?   
1. Mitologi yunani yang berpengaruh ke dalam cerita-cerita Harpot dan mitologi Inggris yang digambarin di buku. 2. Etimologi yang ada di buku Harpot juga banyak banget tuuuh. Menarik juga. 3.  Dampak buku Harpot kepada minat pembaca. 4. pengaruh hubungan persahabatan terhadap pilihan-pilihan yang diambil Harry. 5. Penggambaran diri penulis dalam tokoh Hermione. 6. unsur-unsur fantasi yang ada di novel! 
Waah. Banyak dan serius juga yah. Sekarang pertanyaannya santai aja deh. Harry Potter kan punya Hogwarts sebagai tempat yang paling nyaman ia singgahi, pelarian dari rumah keluarga Dudley yang menyebalkan itu. Kalau bagilo, dimanakah “Hogwarts”lo? 
Rumah! Sampe saat ini masih rumah. 
Terus, kalau misalkan Harry Potter, Ron dan Hermione bikin band, kira-kira nama yang akan ajukan apa? Terus sebutkan posisi-posisi mereka di band 
Ron pastinya main drum. Harry gitar sambil nyanyi. Hermione piano klasik. Nama bandnya Nimbuzz! Hahaha
Wuih, bisa Nimbuzz tembok juga nggak band itu? Hahaha.. Terus terus kalau Harpot dibuat versi indonesianya, setuju nggak kalau gue jadi pemeran utamanya? 
Ehmm. Boleh juga sih. Tapi lebih baik jangan. Agak gimana gitu yaa ngebayangin lo akting-akting ngucapin mantra atau bertarung. hahahahaha

Hmm…. -__-. Yaudah deh nggak usah gue, tapi kalau ternyata Harry Potter itu gedenya ternyata ganti nama jadi Peter Parker terus dia jadi spiderman, menurut lo gimana? 
Bukan Peter Parker yaa, kalau menurut gue. Lebih ke Frodo di The Lord of The Rings. Jadinya kalau Harry gede. Terus petualangannya dilanjutin lagi di dunia yg berbeda. Terus tugas Dumbledore diambil alih sama Gandalf. terus house elf berubah jadi antagonis. hahahahaha

Oh, gitu. Keren sepertinya. *pura-pura ngerti*. Oke, pertanyaan penutup. Jadi, Apa pengaruh Harry Potter bagi lo?
Banyak yang menginspirasi gue, si kembar Weasley misalnya,  mereka bisa bebas jalanin apapun yang  mereka mau tanpa pusing-pusing mikirin pendapat orang lain.  Tapi mereka juga tetep down to earth dan tetep kocak. Dumbledore juga, sehebat apapun dia tetap rendah hati, jadi auranya berasa walaupun cuma dari baca ceritanya. Dan banyak yang gue sadarin, hal sederhana itu sering bisa ngebuat bahagia.
Dari cerita fantasi pun terbukti kalau terkadang ide spontan dan gila itu perlu. Kita nggak usah takut salah. Kayak di buku kedua, pas Ron dan Harry nggak bisa nembus platform 9 3/4 dan mutusin pergi ke hoguearts ngendarain Ford Angela. (Ford Angela adalah mobil terbang milik keluarga Weasley, RED) 
Terus, baca Harpot  nambah minat baca dan memperkuat daya khayal gue! Hahahaha.
Kesimpulannya. Bagilo Harry Potter itu adalaaaah…. 
Harry Potter sebagai buku dan kisah itu saksi hidup dan perkembangan gue! hahahaha. hampir 12 tahun! Bener kan? gue gede bareng dan kebetulan umur gue baca sama dengan umur Harry dalam novel. Jadi banyak lah pasti Harpot berpengaruh ke gue  😉

Advertisements

Published by

terlalurisky

gajah di pelupuk mata

One thought on “Hari ke-29 Fertina: 12 Tahun dan Seterusnya di ‘Hogwarts’”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s