Yang Lama dari Tahun Baru

1.

Bagi tukang koran di seluruh nusantara ini, tahun baru dan tanggal-tanggal merah lainnya adalah celaka. Tak ada terbitan yang bisa mereka jual. Tak ada surat kabar yang terbit di hari ini, ya walaupun beberapa para wartawannya dipastikan mesti tetap seliweran liputan. Abang N misalnya, penjual koran yang biasa mangkal di depan komplek, tiap tanggal merah lebih sering terlihat jadi tukang parkir di minimarket daripada di kios korannya.

2.

Baju-baju kotor di ember depan kamar mandi pemuda R sudah menumpuk. Sudah seharusnya ia membawanya ke londri. Ia juga sudah menyiapkan plastik ukuran jumbo untuk mengangkut baju-baju apek gudang daki dan noda itu. Namun, ia malas. Baru dua hari lalu ia akhirnya tergerak berangkat. Itu pun berujung gagal. Padahal si mbok penjaga londri sudah menimbang baju dan menuliskan bon.

“Selesainya kapan, Bu?”

“Tahun depan, Dek.”

“Astaga.”

3.

Anak-anak muda yang bisa check in di hotel bersama teman-temannya lalu naik ke rooftop gedung jelang jam 12 malam untuk melihat kembang api dan menertawakan kota yang ada di bawahnya, boleh bahagia. Tapi mereka masih kalah bahagia dari penjual kembang api di pinggir jalan. Jumlah lembaran uang yang mereka dapat kemarin bisa lebih banyak dari jumlah struk yang ada di tempat sampah satu gerbang tol saat mudik lebaran. Jelang jam 12 malam, mereka juga bisa tertawa sambil menyalakan kembang api sisa yang belum terjual, atau membagi-bagikannya ke tetangga-tetangganya, tanpa merasa rugi sedikitpun.

4.

Coba lihat isi buku harianmu, atau atau kertas post it yang kau tempel di cermin agar tiap kali kau berdandan sebelum memulai hari kau selalu melihatnya. Ada berapa catatan rencana tahunan yang malah kau coret? Tenang, kau tak perlu gusar. Selama malaikat maut belum jadi motivator yang suka dakwah di televisi, bermimpi sengaco-ngaconya adalah hak segala bangsa. Kau juga boleh menertawakan tiap mimpi-mimpi lamamu yang gagal itu tiap tahun baru seperti mamah dedeh terkekeh tiap kali ia mati gaya di depan kamera. Penonton yang mudah diajak bertepuk tangan, dan jeda iklan, akan menyelamatkanmu

Advertisements

Published by

terlalurisky

gajah di pelupuk mata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s