“Karl Marx Tentang Keterasingan Manusia” oleh Franz Magnis-Suseno SJ.

(makalah extention course Eksistensialime, Sekolah Tinggi Filsafat, yang dibawakan pada 20 Februari 2017)

Pada tahun 1932 Ryazanov, direktur institute Marx-Engels di Moskov (yang kemudian dilikuidasikan oleh Stalin), mempublikasikan untuk pertama kalinya apa yang disebut “Naskah-Naskah Ekonomis-Filosofis”, catatan-catatan yang dibuat Marx pada tahun 1844 di Paris. Dalam naskah-naskah itu Marx terlihat memperihatinkan keterasingan manusia. Ia melihat bagaimana pekerjaan upahan mendehumanisasikan manusia. Manusia sebenernya makhluk yang bebas dan universal.

“Naskah-naskah Paris” itu membuka salah satu sudut dalam pemikiran Marx yang sebelumnya seakan-akan tertutup. Bahwa Marx tidak pertama-tama bicara tentang hukum-hukum baja ekonomi, melainkan tentang manusia, bahwa ia bermaksud untuk membebaskan manusia dari keterasingannya.

Akan tetapi, sebelum bicara tentang Marx kita harus kembali ke Hegel (1770-1831), guru besar filosofis Karl Marx.

Continue reading “Karl Marx Tentang Keterasingan Manusia” oleh Franz Magnis-Suseno SJ.

Advertisements