Meninggalkan 28

28 adalah angka yang saya bangga-banggakan. Alasannya sederhana. Saya lahir di tanggal itu. Saya kemudian mencari kebanggaan lain, mencari-cari hubungan antara angka tanggal lahir, bulan lahir dan tahun lahir. Kesemuanya kelipatan 4. Sama dengan genap. Tidak ganjil.

Saat menyambut usia 27, sahabat saya, Sundea, bilang kalau itu akan jadi umur yang istimewa. Maklum, sejarah mencatat banyak pesohor yang meninggal di umur segitu: The 27 Club; sebuah kelompok yang anggotanya masuk tanpa mendaftar lebih dulu, setelahnya pun tak ada yang sadar sudah bergabung. Kurt Cobain dan Chairil Anwar bisa disebut sebagai salah duanya.

Saya ingat, saat menjalani umur 27 itu, saya sedang mencapai titik puas. Pun, saya sudah pernah merasakan gimana rasanya hidup akan berakhir, dalam mimpi. Jadi, kalau pun semesta pengin klik kanan lalu men-delete saya dari kehidupan, saya nggak akan merasa saya dilempar ke trash bin.

Continue reading Meninggalkan 28

Advertisements

Hari ke-25: Mengulang-ulang ulang tahun

Sebelum cerita dimulai, saya mau kasih tahu, kalau kelakuan saya ini memang nggak salah sih kalau disebut iseng, mendekati norak dan sedikit loser banget. Hehehe. Tapi nggak apa-apalah, untuk kenang-kenangan, kisah ini perlu didokumentasikan. Toh sebenarnya, kelakuan saya ini sekaligus dilakukan untuk penelitian. *pembenaran* hahaha…. 
Berulangtahun itu menyenangkan, itulah mengapa pada 2011 lalu, saya sampai berulang tahun dua kali. Kok bisa? Ya bisa, kesenangan ulangtahun itu ternyata nggak cuma bisa dirasakan setahun sekali, melainkan bisa setiap hari, bahkan. Caranya, ya ubah saja tanggal lahir di biodata Facebook. Serta merta, orang kita akan dianggap sedang berulangtahun. Hehehe… 
Awalnya saya memang iseng, saya ingin ngetes apakah sebenarnya teman-teman saya itu tahu persis kapan tanggal lahir saya. Hahaha. Saat itu, saya mengubah tanggal lahir ke tanggal yang nggak jauh dari hari itu. Misalnya saat ini tanggal 29 Oktober, maka saya menset ulangtahun saya di tanggal 31 Oktober. Dan tarra!! apa yang terjadi, Wall di facebook saya penuh dengan ucapan selamat dari teman-teman. Terbukti, nggak banyak yang tahu kalau sebenarnya saya lahir di bulan April. 

Dan lucunya, ada beberapa teman yang sudah mengenal saya sejak lama ikut mengucapkan selamat juga. Hehehe. Saat itu, ada juga kok teman yang inget dan ragu. Mereka yang inget biasanya akan mengejek keisengan saya itu, dan yang ragu biasanya SMS saya dulu, menanyakan apakah saya benar-benar ulangtahun. Kepada mereka yang SMS, saya kasih tahu kalau saya cuma iseng. Hehehe… 
Karena jumlah teman dan kerabat yang sangat banyak, kita memang nggak mungkin untuk bisa menghapal satu-persatu tanggal lahirnya. Untungnya, Facebook—teknologi yang ingin membuat semua orang terus terhubung—membuat fitur mengingat hari ulangtahun teman-teman. Jadi, kita yang selalu ingin menunjukkan kepedulian dan memberikan ucapan kepada teman yang sedang berulangtahun, bisa dengan mudah melakukannya. Tapi fitur facebook ini ternyata berefek samping, kita jadi terlalu memercayakan Facebook untuk mengingatkan ulangtahun kerabat, kita jadi nggak terbiasa mencatat dan menghapalnya sendiri. Ada esensi yang hilang dari budaya merayakan hari lahir ini  
Selang satu-dua bulan, saya mencoba melakukannya lagi, mengubah lagi tanggal ulangtahun.  Hasilnya nggak beda dengan sebelumnya. Masih banyak orang yang mengucapkan selamat.  Tapi kali ini ada sedikit perbedaan sih, jumlah orang yang ragunya lebih banyak, “Perasaan elu udah ulangtahun deh, Ki.” Kira-kira begitulah komentarnya. Nah, lucunya, lucu banget malah. Ada teman yang walau sudah memberi selamat di ‘ulangtahun’ saya yang sebelumnya, tetapi mengucapkan selamat lagi di ulangtahun kedua ini. Hahaha. Nah, untuk teman-teman yang yakin biasanya cuma ikut menertawakan keisengan saya itu saja, dan sesekali bertanya, “ngapain sih lu, Ki ganti-ganti ulang tahun mulu?”
“Gue lagi butuh. Butuh doa dan semangat dari temen-temen. Biar gue semangat lagi ngerjain skripsi. Hahaha….” 
Ulangtahun dianggap sebagai hari yang sangat penting bagi tiap individu. Ulangtahun adalah hari raya. Ulangtahun adalah checkpoint kehidupan. Itulah mengapa tiap ada yang ulangtahun banyak orang yang akan memberikan ucapan, entah itu berupa ucapan selamat panjang umur, doa supaya sukses, apresiasi tentang apa yang saya udah karyakan setahun ke belakang, atau malah ada yang mengimbuhi ucapan selamatnya dengan testimoni. Pasti kalian juga merasakan kesenangan yang membludak kan saat ucapan-ucapan itu ditujukan untuk kita. Dan rasanya, kita rela memberikan ucapan-ucapan itu hanya kepada mereka yang berulangtahun. Ya kan… Ya kan…..?! 
Oh ya, ada satu ucapan lagi yang nggak jarang muncul.  Saat itu, seinget saya, hidup saya lagi cukup kacau. Sejumlah tekanan, terutama tekanan pengerjaan skripsi, menimpa. Sekiranya, doa dan dukungan teman-teman itu bisa membakar semangat dan motivasi saya. Toh, walau akhirnya ada yang tahu kalau saya cuma iseng, mereka nggak akan menghapus ucapannya itu kan. Hehehe… 
Jadi, ketika kita sedang butuh semangat dan selamat, maka berulangtahunlah, setidaknya di Facebook. 
*** 
Tapi, perlu disadari juga, kalau keisengan ini najong adanya kalau dipikir-pikir. Kalau pun ingin dicoba, cukup satu-dua kali saja, selebihnya, kita akan dimusuhi orang-orang. Hahaha.